Menelusuri Pasar Tradisional Dadakan - Delapan Mania

Menelusuri Pasar Tradisional Dadakan

Delapanmania-Bukan hanya tahu bulat yang digoreng secara dadakan, sekarang ini banyak muncul pasar tradisional yang dibangun juga secara dadakan. Pasar dadakan ini tidak menetap disatu tempat yang sama seperti pasar tradisional pada umumnya, namun cenderung berpindah-pindah dari satu tempat ketempat lain yang berbeda setiap harinya.

foto di pasar dadakan

Menelusuri Pasar Tradisional Dadakan

Biasanya pengelola pasar dadakan akan mengambil tempat yang dekat dengan pemukiman masyarakat, misalnya saja dilapangan bola, atau disepanjang jalan yang memang tidak banyak dilewati kendaraan yang lalu lalang. Atau bahkan jika pasar dadakan muncul pada hari minggu, biasanya mereka akan mengambil tempat dimana orang-orang banyak yang sedang melakukan olahraga pagi.
Baca Juga Bukit Pentulu Indah Kebumen
Tidak seperti pasar tradisional yang jam operasinya dimulai sejak dini hari hingga sekitar jam 8 pagi, pasar dadakan ini justru beroperasi dimulai sejak jam 6 pagi hingga sekitar jam 11 siang. Dan tidak dapat dipungkiri, keberadaan pasar dadakan ini memberikan beberapa keuntungan bagi masyarakat sekitar terutama saya sendiri.

Pasar tradisional yang paling dekat dari lokasi tempat saya tinggal berjarak sekitar hampir 1km dan bisa ditempuh dengan menggunakan motor ataupun dengan angkutan umum yang tarifnya hanya 2 ribu untuk satu kali jalan. Sebenarnya jarak tersebut masih terbilang dekat, hanya saja rasa malas karena harus pergi lebih pagi kadang muncul demi bisa mendapatkan daging atau sayuran yang masih segar dan bagus.
Baca Juga green-canyon-pangandaran
Selain itu, jika bukan untuk berbelanja daging atau sayuran dalam jumlah banyak, saya cenderung mengandalkan tukang sayur yang lewat didepan rumah. Karena saya pikir tukang sayur tersebut mematok harga yang kurang lebih sama dengan harga di pasar tradisional. Dan kalopun saya sedang membutuhkan bahan-bahan tertentu, saya tinggal memesan pada tukang sayur tersebut.
Oleh karena itu, dengan adanya pasar dadakan yang muncul setiap hari selasa, saya hanya perlu berjalan sekitar 50 meter saja dan tidak perlu datang terlalu pagi. Selain itu saya juga tidak perlu mengeluarkan ongkos sedikitpun untuk membeli bensin ataupun ongkos untuk angkutan umum.

Harga Relatif Lebih Murah

Berdasarkan pengalaman saya berbelanja di pasar tradisional, dari tukang sayur, dan di pasar dadakan. Harga daging dan sayuran di pasar dadakan adalah yang paling murah. Seperti contoh cabe merah keriting yang biasa saya beli di pasar tradisional ataupun dari tukang sayur, mereka mematok harga sekitar 2 ribu untuk setengah ons saja. Sedangkan dipasar dadakan, saya bisa mendapatkan 2 ons dengan harga 3 ribu saja, dengan kualitas yang sama
foto di tengah keramaian pasar dadakan
Satu-satunya alasan mengapa harga di pasar dadakan cenderung lebih murah adalah, karena para konsumen yang berbelanja di pasar tradisional kebanyakan merupakan para tukang sayur atau para pemilik warung yang akan menjual lagi daging dan sayuran yang mereka beli. Sedangkan para konsumen yang berbelanja di pasar dadakan kebanyakan merupakan ibu-ibu rumah tangga yang memang berbelanja untuk kebutuhan mereka sendiri.

Dan ada satu hal dari pasar dadakan ini yang menurut saya menarik yaitu, beberapa pedagang cenderung membuat sistem "5 ribu untuk 3 bungkus". Maksudnya adalah saya bisa membeli 3 bungkus sayuran atau bumbu dapur seperti misalnya cabe merah, bawang merah ataupun bawang putih dengan harga hanya 5 ribu saja. Sayuran atau bumbu tersebut bisa dicampur ataupun dipilih satu macam saja.

Menurut pengamatan saya, sayuran atau bumbu dapur yang dijual dengan sistem tersebut lebih banyak diburu konsumen ketimbang sayuran atau bumbu dapur yang dijual seperti biasa. Karena 3 bungkus sayuran yang berbeda misalnya, bisa dijadikan satu piring menu masakan. Dan 3 bungkus bumbu dapur bisa dipakai untuk beberapa kali memasak.
Barang Dagangan Bervariatif

Hampir sama dengan pasar tradisional, barang-barang yang dijual di pasar dadakan juga bervaritif. Sayuran, daging, dan buah-buahan tentu saja sudah pasti ada. Namun bukan hanya itu, baju-bau, perlengkapan hijab, aksesoris, perabotan rumah tangga, dan bahkan alat kecantikan juga bisa ditemuka di pasar dadakan tersebut.

Jajanan yang menarik

Tidak ketinggalan berbagai macam jajanan menarik seperti cimol, tahu bulat, cakue mini, burger, bakso bakar, dan kue-kue tradisional seperti awug dan ciwel, juga banyak tersedia.
Pasar dadakan ini juga menawarkan kesempatan bagi para ibu-ibu yang memiliki keahlian memasak dengan menjual hasil masakan mereka yang sudah bisa langsung dikonsumsi, dan biasanya masakan mereka tersebit dijual dengan harga yang cukup terjangkau.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel