Gua Maria Kerep Ambarawa - Delapan Mania /* ---Kode Agar Bagian tertentu Bisa Di Copy Paste---*/

Gua Maria Kerep Ambarawa

Delapanmania-Setelah mengunjungi Museum Kereta Api Ambarawa, yang thread-nya udah ane buat di Kaskus (link-nya di bawah), rasanya sayang jika tidak mampir ke tempat wisata lain. Mumpung masih di Ambarawa.

Gua Maria Kerep Ambarawa

Kali ini ane menuju ke arah utara. Dari gerbang Museum Kereta Api Ambarawa, kita ke arah kiri, mengikuti jalan menanjak. Kita lurus terus sampai di pertigaan besar yang ada monumen tank dan monumen Palagan Ambarawa di seberang. Ane melajukan motor ke arah kiri lagi sampai ke Terminal Ambarawa. Tidak perlu cepat-cepat karena akan ada pertigaan kecil di sebelah SD Pangudi Luhur. Nah, di situ terdapat penunjuk  arah menuju “Gua Maria Kerep Ambarawa”.
Foto tugu depan Gua Maria Kerep Ambarawa

Kira-kira 400 meter dari terminal, suasana mulai berubah. Yang tadinya penuh ingar-bingar suara kendaraan, kini menjadi lebih tenang. Hamparan sawah nan hijau begitu memanjakan mata sepanjang perjalanan.
Baca Juga Kembali ke Era Kolonial di Museum Kereta Api Ambarawa
Setelah memarkirkan motor, gue membeli bunga. Hehe. Diriku lagi kepingin ziarah + doa (mumpung lagi inget Tuhan). Beginilah penampakan pintu masuk Gua Maria..

FYI, di Gua Maria Kerep Ambarawa ada dua pintu masuk. Foto di atas adalah pintu masuk yang langsung menuju taman. Sedangkan pintu masuk bagian atas digunakan para peziarah karena langsung menuju gereja, tempat doa, dan Gua Maria.

Jika melewati pintu bagian atas, ada baiknya Agan dan Sista melewati jalan yang disebut jalan salib. Apa itu? Jadi, di beberapa sudut jalan tersebut akan kita jumpai semacam tugu yang menceritakan penderitaan Yesus sebelum disalib.

Jalan salib

Dan ujung dari jalan salib sendiri terdapat diorama Yesus saat disalib. Ane sempatkan diri untuk berdoa. Menghitung berapa banyak dosa yang telah ane perbuat sepanjang hidup. Satu, dua, tiga, empat, argh! Banyak sekali. Maaf.

Tepat di bawah diorama, terdapat Gua Maria dan tempat berdoa. Saat ane ke sini tidak banyak peziarah yang hadir. Jadi terasa betul kedamaian dan ketenangannya. Orang-orang banyak berdiam diri di sini. Entah betulan diam, melamun, hingga berdoa. Semua ada. Semua hadir dengan maksud dan tujuannya masing-masing.

Gua Maria dan tempat doa

Keluar dari kompleks untuk berdoa, ane turun melihat-lihat taman yang… wow! Gile! Bagus bener! Gunung Telomoyo dengan gagahnya berdiri, menyejukkan mata. Desir angin dengan lembut membelai diri. Menenangkan hati dan pikiran.
Baca juga Wisata Kampung Pelangi Semarang
Ku suka di sini
Ane menyusuri jalan setapak. Menuju ke arah timur, kita akan menemukan semacam tempat yang menggambarkan Makam Yesus.

Berjalan lagi menyusuri jalan setapak, terdapat diorama Yesus dan beberapa muridnya menaiki kapal. Sayang sekali, karena kemarin sepertinya hujan, airnya agak keruh Sodara-Sodara. Tapi itu tidak membuatnya jadi luntur warnanya.

#RECEH
Di taman ini juga banyak disebar patung-patung Yesus dan para muridnya. Semua patung yang ada digambarkan sesuai yang ada dalam Alkitab. Dan patung-patung ini jadi salah satu spot  favorit untuk berfoto-foto ria.

5 roti 2 ikan
Karena datang saat jam pulang sekolah, tidak heran kalau banyak dijumpai anak sekolah yang nongkrong di taman. Oh, iya. Gua Maria Kerep Ambarawa sendiri terbuka untuk umum, ya. Jadi mau kalian beragama A, B, C, D tidak masalah. Asal menjaga kesopanan dan ketenangan.

Di bagian barat, dekat tempat parkir, terdapat patung Bunda Maria. Yang keren, nih, ane baca-baca kalau patung Bunda Maria ini diklaim menjadi yang terbesar di dunia. Sekali lagi. TERBESAR DI DUNIA. Ini dia penampakannya.

Bagi ane, Gua Maria Kerep Ambarawa bisa menjadi salah satu pilihan bagi Agan dan Sista yang ingin mendapat kedamaian dan ketenangan batin. Buat yang ingin refreshing  pikiran pun cocok. Apalagi tempat ini buka 24 jam dan GRATIS!!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel